Sunday, February 7, 2010

Tentang MengeCAT Tembok

Tentu anda akan kecewa banget ketika melihat cat tembok anda berjamur, mengapur, warnanya menjadi belang, bergelembung atau membentuk kantong air, keluar aliran putih dari celah-celah retak rambut. . . .




beberapa tips yang patut dicoba guna memperkecil masalah - masalah tersebut antara lain :
  1. Pastikan tembok dalam kondisi kering ( siap dicat jika plesteran dan acian 28 hari) atau sudah tidak berkeringat lagi.
  2. Lakukan pengamplasan dan perbaikan permukaan. Pengamplasan sangat penting dilakukan untuk membuka pori dan membersihkan sisa-sisa kotoran seperti debu, lemak, minyak dan lain-lain. Apabila terdapat retakan-retakan dan bagian yang tidak rata untuk tembok luar gunakan cement filler yang biasanya dijual bersama cairan bonding agent sebagai bahan tambalan atau pengisi (jangan gunakan plamur / dempul tembok).Plamur / dempul tembok dipakai untuk perbaikan tembok bagian dalam
  3. Lakukan pelapisan cat dasar atau alkali sealer, yang berfungsi memberikan lapisan dibawah cat tembok sehingga memperkecil kontak langsung dengan alkali tembok. Selain itu alkali sealer berfungsi memberikan lapisan warna putih sehingga dapat mempercepat penutupan warna cat tembok pada dinding. Penggunaan cat putih sebagai dasaran pengecatan tidak akan menghindari kontak langsung alkali tembok dengan cat, tetapi hanya berfungsi membantu daya tutup cat tembok saja.
  4. Memilih cat. Pengecatan untuk dinding luar pergunakan cat yang memang diposisikan untuk pengecatan tembok luar / exterior. umumnya digunakan cat weathershield atau elastomeric yang berbahan pure acrylic 100%. Untuk cat tembok interior yang lebih penting adalah pergunakan cat tembok dengan bebas kandungan timbal dan merkuri dan tidak cepat mengapur.
  5. Ikuti anjuran pemakaian dari produsen cat dan ikuti perbandingan campuran cat dengan pengenceran yang ditunjukkan oleh produsen cat. Pergunakan air bersih sebagai pengencer.
  6. Pilih alat roll atau kuas yang berkualitas. Roll dan kuas yang berkualitas memiliki kriteria bulu-bulunya tidak mudah rontok / lepas. Perhatikan juga peruntukan roll atau kuasnya, apakah untuk cat minyak atau cat air.
  7. Hindari melakukan pengecatan pada kondisi cuaca yang terik secara extrim, ataupun pada kondisi hujan.

    NB: Pemilihan cat tembok luar harus diperhatikan bahwa cat tembok harus mamiliki kemampuan :
    • Tahan cuaca yang extrim (panas, hujan, bertahan terhadap sinar UV)
    • Mempunyai daya lekat yang baik
    • Ketahanan terhadap air sangat baik
    • Tahan terhadap abrasi
    • Tidak menguning
    • Memiliki ketahanan alkali yang baik.
      Untuk cat tembok exterior pemilihan warna sangat penting. Usahakan untuk menghindari warna-warna yang berasal dari pewarna organik, karena umumnya warna-warna organik ketahanan terhadap alkali dan sinar uv rendah sehingga warna cepat memudar. Warna-warna organik, biasanya banyak digunakan pada unsur warna merah yang cerah, orange cerah, ungu / purple cerah. Kalaupun harus menggunakan warna-warna organik, pergunakan alkali sealer solvent based sebagai cat dasarnya.
       
     
    • Courtesy : ayo-mengecat.blogspot.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...