R U M A H

menghadirkan informasi dan inspirasi memilih rumah yang tepat sesuai kebutuhan dan karakter

E K S T E R I O R

memberikan inspirasi estetik berkarakter bagi tampilan rumah anda

I N T E R I O R

kreasi tak terbatas bagi ruang dalam untuk mendukung aktivitas dan ekspresi yang beragam.

T A M A N dan L I N G K U N G A N

keramahan dan kesejukan taman untuk kenyamanan tempat tinggal.

F U R N I T U R

ragam kreasi furnitur yang memberikan dukungan interior yang pas dan apik.

Monday, March 19, 2012

Simpan Buku dan Mainan di Area Headboard

Area headboard kerap luput dari perhatian. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, area ini efektif menambah area penyimpanan.

Apalagi di kamar anak, yang sudah pasti menampung banyak sekali barang. Mulai dari buku, mainan, dan berbagai pernik kesukaan si buah hati. Hal yang sama terjadi juga di kamar anak yang ada di foto ini. Terlebih lagi ada dua orang jagoan yang mendiami kamar ini. Terbayang, kan , berapa banyak mainan yang ada di kamar ini?

Simpan Buku dan Mainan di Area Headboard? Bisa!

Beruntung sang orang tua memiliki ide menarik untuk menambah wadah penyimpanan, tanpa perlu menempatkan perabot baru. Area headboard -lah yang dimaksud. Biasanya area ini hanya dinding biasa, yang paling-paling dihias wallcover atau bingkai foto. Di kamar tidur ini area headboard disulap jadi lemari penyimpanan berukuran besar. Di sinilah berbagai mainan dan pernik milik si kecil bersarang, saat tidak digunakan.
Desainnya tidak dibuat kaku, seperti layaknya rak atau lemari. Ada unsur dinamis dari permainan kayu dan kaca, serta tertutup dan terbuka. Sehingga, tampilan area ini pun tidak lantas terasa kaku. Di foto ini, rak headboard tidak dibuat menutupi seluruh dinding, tapi jika memang dibutuhkan tidak ada salahnya Anda membuatnya hingga setinggi langit-langit. Tampilan lebih ceria bisa didapat dengan cara mewarnai rak dengan warna-warna cerah, khas karakter anak.
Courtesy : www.ideaonline.co.id

Bedding Pelangi yang Menarik Hati


Tak berani bermain warna dengan dinding atau furnitur? Kita mulai saja dulu dengan pernak-pernik yang mudah digonta-ganti, seperti bedding .
 
Meski banyak orang menyukai warna-warna cerah, tapi tak semuanya berani mengaplikasikannya pada dinding atau furnitur, di rumah. Kita ambil contoh kamar tidur. Area ini dianggap sebagai area paling pribadi. 

Tak jarang pemiliknya ingin mengaplikasikan warna favorit di sini. Tapi, saat waktunya memilih warna dinding atau furnitur tiba, mereka ragu untuk memilih warna-warna cerah favorit mereka. Akhirnya pilihan jatuh -- lagi-lagi -- pada warna-warna netral.

Bedding Pelangi yang Menarik Hati

Anda termasuk salah satu dari orang-orang ini? Tak perlu berkecil hati. Sebagai "latihan" mengaplikasikan warna-warna cerah, kita bisa mulai dengan pernak-pernik yang mudah digonta-ganti, tanpa keluar banyak biaya. Untuk kamar tidur, kita bisa bermain dengan bedding , seperti yang bisa dilihat di foto ini.
Secara keseluruhan, kamar ini didominasi warna-warna "aman", putih dan cokelat. Aplikasi warna demikian membuat kamar terasa monoton dan dingin. Sebagai penawarnya, dipilihlah bedding warna-warni serupa pelangi. Cara ini ternyata cukup jitu membuat kamar tidur terasa lebih hidup. Kalau merasa tidak suka, atau terlihat aneh, tinggal lepas dan ganti dengan bedding berwarna atau motif lain. 

Beres, kan?
Solusi ini juga jitu mengatasi kebosanan dengan tampilan kamar tidur. Tidak cuma berlaku untuk bedding , bisa juga dengan gonta-ganti aksesoris. Tidak harus dengan membeli baru, berlakukan saja sistem rolling . Misalnya, tukar lukisan di kamar tidur dengan yang digantung di ruang keluarga, begitu pula dengan pernik pajangan lainnya.

Courtesy : www.ideaonline.co.id

Sunday, March 18, 2012

Egg Chair


shutterstock
Struktur ini membuat egg chair sesuai sebagai kursi lobi hotel, dan dapat dimanfaatkan sebagai kursi di ruang duduk masa kini.

Egg chair atau kursi telur, mendapatkan namanya karena bentuknya yang elips. Bentuknya seolah-olah kursi ini berasal dari cangkang telur yang dipotong sedemikian rupa menyerupai telur.
Kursi legendaris ini diciptakan oleh seorang arsitek asal Denmark, Arne Jacobsen, pada 1958 silam. Saat itu, Jacobsen mendesain kursi ini untuk lobi hotel SAS Royal di Copenhagen, Denmark.
Struktur dan material di balik bentuknya yang sederhana, kursi dengan ketinggian 107 sentimeter dan lebar 86 sentimeter ini memiliki struktur rumit. Rangkanya terbuat dari glass fibre reinforcement yang dilapisi dengan busa polyurethane.
Pelapisan ini merupakan bagian tersulit, karena membutuhkan kulit utuh yang lebar. Jahitan kulit di bagian belakang kursi bisa dilakukan, tapi bukan ini yang diinginkan Jacobsen. Ia menginginkan desain simpel dan benar-benar "bersih".
Saat ini, kesederhanaan desain kursi ini terpengaruh oleh semangat gaya modern yang sedang gencar di masa itu. Kursi ini ditopang oleh kaki bercabang empat dari kombinasi baja dan alumunium.
Demi fleksibilitas, kursi berbobot 18,1 kilogram ini dapat berputar 360 derajat dan kemiringan punggung dapat diatur. Struktur ini membuat egg chair sesuai sebagai kursi lobi hotel, dan dapat dimanfaatkan sebagai kursi di ruang duduk masa kini.
Barang koleksi
Sampai saat ini, egg chair masih banyak diburu. Desain kursi simpel ini membuatnya tak lekang dimakan zaman.
Harga pasarannya pun masih tinggi. Egg chair resmi diproduksi oleh perusahaan Denmark, Fritz Hansen, dijual mulai dari 5.000 Dollar AS atau sekitar Rp 45 Juta.
Namun, egg chair kini tersedia reproduksinya yang dijual di kisaran harga 600 - 2000 Dollar AS. Untuk edisi reproduksi ini, bahan pelapisnya tidak hanya kulit. Beberapa desainer menjadikan kursi ini sebagai ajang kreativitas dengan memodifikasi bahan pelapis. Ada yang diberi motif, dibuat cetak timbul, dan beragam modifikasi lainnya. (Fransisca Wungu Prasasti)

Courtesy : properti.kompas.com

Wadah Telur Peredam Suara

Memanfaatkan barang bekas tak melulu diterapkan pada hunian semata. Di ruangan kantor yang terkesan formal pun barang bekas dapat tampil menarik sekaligus multifungsi.

 
Kantor PT Ki Kunci Komunikasi atau akrab dikenal Kicom di bilangan Kemang Raya, Jakarta Selatan, ini misalnya. Di ruangan seluas 82 meter persegi ini, Kicom membutuhkan beberapa ruang untuk kerja karyawan dan ruang rapat atau pertemuan sehingga mencoba menerapkan barang bekas dalam desain barunya.
Rubi Roesli, arsitek yang menangani desain gedung kantor ini, menyekat bangunan menjadi beberapa bagian ruang. Ruangan yang menarik perhatian salah satunya adalah ruang pertemuan di tengah-tengah kantor. Rubi membuatnya menjadi ruang berbentuk kotak dibatasi sekat yang sekaligus berfungsi sebagai peredam suara.
Lalu, di mana barang bekasnya?
Kalau diamati dengan seksama, pada salah satu dindingnya dibuat sebagai peredam suara tersusun dari wadah-wadah telur. Wadah ini dibeli dari para penjual telur, yang kemudian disusun berbentuk kotak memenuhi dinding.
Namun, peredam suara dari wadah telur ini sengaja dibuat tidak memenuhi seluruh ruangan pertemuan. Pada dinding sekat lainnya, karena ruangan berfungsi sebagai ruang rapat, dibutuhkan media untuk memenuhi fungsi tersebut. Maka, pada dinding lainnya, dipilihlah kaca.
Namun, meski bukan barang bekas, kaca ini tetap memiliki peran ganda. Kantor berkonsep paperless ini menggunakan kaca sebagai media penyampaian tulisan.
Ruang tersebut, seperti terlihat pada gambar, memang lebih privasi, yang biasanya digunakan beraktivitas 4-5 orang. Selain meja kursi, diletakkan pula beberapa bean bag di dalamnya demi memberi kesan santai.

courtesy : properti . kompas . com

Friday, March 16, 2012

Foto Pengganti Wallcover

Mempercantik dinding bisa dari properti dan barang-barang yang biasa dijadikan pajangan, lho. Lihatlah, ruang ini jadi keren karena tampilan panel hitam berisi foto-foto penuh memori.
 
Ruangan cantik tak hanya dari elemen yang cantik seperti wallcover bermotif atau cutting stiker . Kecantikan juga bisa berasal dari elemen-elemen visual yang seringkali tersimpan di lemari dokumen. Betul, foto-foto kenangan bisa Anda pakai sebagai senjata untuk mempercantik ruang keluarga.

Foto Bisa Jadi Pengganti Wallcover Lihatlah ruangan ini. Kombinasi wallcover bergaris vertikal berpadu apik dengan panel hitam berukuran 2mx1m yang diisi oleh foto-foto keluarga. 

Foto-foto ini justru lebih berbicara dari sisi makna. Foto tak menampilkan gambar-gambar yang dimengerti mata, tapi jauh lebih itu, satu foto bisa menjadi berjuta rasa dan makna. Kekuatan memori, itulah yang bisa dihasilkan dari ruangan yang memiliki panel foto-foto seperti ini. 
Kekuatan memori tak hanya membuat Anda nyaman, tapi juga membawa kita ke alam kontemplasi, penenangan dan pengendalian diri. Jadi, tak perlu repot memilih motif wallcover yang rumit. Kekuatan foto ternyata bisa jadi penolong Anda mendapatkan rasa nyaman di ruang keluarga.

courtesy : www.ideaonline.co.id

Bunga di Dalam Rumah Kurangi Risiko Depresi

Menempatkan bunga sebagai dekorasi tidak hanya memperindah ruangan, tapi juga meningkatkan mood. Sebuah studi telah menemukan bahwa vas yang berisi bunga segar di dalam rumah bisa membuat orang lebih berbelas kasih terahadap yang lainnya, kekhawatiran dan kegelisahan berkurang dan risiko menderita depresi lebih kecil.

Para ahli menuturkan, bunga punya efek yang cepat dalam meningkatkan rasa bahagia. Studi yang dilakukan Rutgers University, New Jersey, Amerika juga menunjukkan, bunga merupakan pendorong emosi positif yang sangat kuat.

Tinggal di rumah dengan bunga-bungaan di dalamnya juga bisa meningkatkan energi, kebahagiaan dan antusiasme dalam bekerja. Saat Anda memulai hari dengan mood yang positif, Anda juga akan menularkan sisi positif itu kepada orang lain baik di dalam maupun luar rumah.



img
 
Jika ingin menambah aura positif di dalam rumah, Anda bisa menaruh bunga di dapur, ruang makan, ruang keluarga, balkon atau area lain di mana Anda paling banyak menghabiskan waktu saat di rumah. Pilihlah vas yang sesuai dengan ukuran dan bentuk bunga yang ingin ditampilkan.

Seperti dilansir Times of India, untuk bunga dengan batang yang panjang (seperti mawar atau bunga matahari), gunakan vas yang tinggi dan ramping. Sedangkan untuk bunga berbatang bundar atau memiliki kelopak yang lebar, gunakan vas yang lebih kecil dan berbentuk bulat untuk mengaksentuasi keindahan bentuk bunga.

Jika Anda ingin menaruh bermacam jenis bunga dalam satu tempat, gunakan vas yang besar. Tapi jika hanya ingin menaruh satu atau dua bunga, cukup gunakan vas yang sempit dengan tinggi medium.

Tak perlu menyesuaikan warna bunga dengan tema ruangan, karena pada dasarnya bunga cocok untuk memperindah tempat dengan gaya apapun. Hanya perhatikan penempatannya, jangan menaruh bunga di atas meja yang sudah dipenuhi bingkai foto dan pajangan lainnya, karena akan mengurangi keindahan bunga. Anda bisa menempatkan vas bunga di sudut tangga, meja makan atau pojok ruangan.

Courtesy : us.wolipop.detik.com

Membuat Kitchen Set

Anda berencana membuat kitchen set untuk dapur rumah? Ada beberapa hal yang harus Anda pahami sebelum mengambil keputusan, baik saat memilih material, tukang yang bertanggung jawab dalam pengerjaan hingga menentukan desain. Ini tujuh hal yang harus Anda perhatikan saat membuat kitchen set, seperti dilansir Mabeslor.


img

1. Perhitungkan Luas Dapur
Hal yang paling pertama harus Anda perhatikan adalah luas tempat di mana Anda akan meletakkan kitchen set. Dengan memperhitungkan luas dapur, Anda bisa mengetahui apa saja yang penting dan tidak erlalu penting untuk ada di kitchen set. Misalnya jika Anda tinggal di apartemen, space dapur biasanya tidak terlalu luas sehingga Anda harus menentukan skala prioritas. 


Untuk ruangan yang kecil, sebaiknya dahulukan kelengkapan utama seperti kabinet atas (untuk menyimpan piring, gelas, pisau, dan peralatan kecil lainnya), kabinet bawah (menaruh panci, penggorengan, dan alat masak besar lainnya), penghisap asap, kompor gas dan tempat pencuci piring. Pengukuran sangat penting, jangan sampai panci besar Anda tidak muat dalam kabinet karena salah mengukurnya.

2. Material Dasar
Ada banyak jenis bahan yang bisa digunakan sebagai material dasar pembuatan kitchen set, mulai dari multiplex/ plywood, MDF, particle board dan block board. Bahan yang disarankan biasanya multiplex atau plywood, karena selain tahan terhadap rayap, partikelnya juga lebih padat sehingga lebih tahan lama dan kuat untuk pemasangan sekrup. Anda juga bisa memakai kayu solid seperti jati atau meranti, tapi akan memakan biaya yang sangat mahal dan itu bisa menyulitkan jika budget Anda terbatas.

3. Material untuk Finishing
Selain membuat kitchen set jadi lebih indah, finishing juga juga dapat melindungi bahan dasar kitchen set dari kerusakan sehingga lebih tahan lama. Material untuk finishing ada berbagai macam, misalnya deco sheet, HPL, melamic dan duco. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.

Deco sheet merupakan pelapis tempel dengan bahan elastis dan tipis, biasanya memiliki motif urat kayu. Ini merupakan material paling ideal untuk kitchen set dapur bersih yang jarang digunakan untuk memasak makanan berat. Bahannya fleksibel dan bisa menyesuaikan bentuk kitchen set dan tidak mudah terkelupas. Tapi karena bahannya tipis, decosheet tidak tahan terhadap panas dan minyak, jadi lebih cocok sebagai pelapis kabinet atas.

HPL atau high pressure laminate adalah bahan plastik tipis. Cara pemasangannya lebih kurang sama dengan deco sheet, yaitu direkatkan menggunakan lem tapi bahannya lebih tebal. HPL juga banyak digunakan untuk material finishing kitchen set, karena sangat mudah dibersihkan dan tahan terhadap minyak dan panas.

Melamic merupakan finishing berbentuk cairan yang disemprot sebagai pelapis luar furnitur. Jenis finishing ini memerlukan perawatan ekstra, jangan sampai permukaannya basah atau jarang dibersihkan karena bisa jadi tempat jamur berkembang biak. Pilihan lainnya adalah cat duco, merupakan tipe finishing yang paling mahal namun bisa membuat kitchen set tampak elegan dan hasilnya tahan lama. Cat duco hadir dalam bermacam efek seperti glossy atau doff.

4. Desain
Soal pemilihan desain, jangan tergoda untuk membuat kitchen set dengan desain yang unik atau terlalu rumit. Dalam menentukan desain, Anda harus tetap fokus pada kebutuhan akan kitchen set. Sekarang ini sangat banyak desain yang inovatif untuk kitchen set, tapi kadang desain tersebut tidak bisa mengakomodasi kebutuhan Anda. Maka dari itu, sebelum menentukan tampilan, pastikan dulu seberapa luas dapur Anda, peralatan yang akan dipakai, aktivitas apa saja yang akan Anda lakukan di dapur dan sebagainya. 


Penting juga untuk memikirkan kesesuaian desain kitchen set dengan keseluruhan tampilan rumah. Tentunya kurang cocok jika Anda membuat kitchen set berdesain minimalis modern pada rumah dengan gaya klasik atau victorian.

5. Penempatan Peralatan
Utamakan menempatkan peralatan yang penting saja jika kitchen set Anda tidak terlalu besar. Misalnya kompor gas dan kulkas. Sementara untuk dispenser atau microwave, bisa disesuaikan dengan besar-kecilnya kitchen set.

6. Pakai Jasa Ahli
Meskipun untuk kebutuhan rumah tangga, kitchen set merupakan salah satu properti yang bisa menambah keindahan rumah. Bahkan, bisa dibilang merupakan karya seni, jadi pilihlah penyedia jasa kitchen set yang cukup terampil dan memiliki 'sense of art'. Pembuat kitchen set yang sudah berpengalaman bisa memberikan pendapat, pandangan dan masukan mengenai bentuk kitchen set yang paling tepat sekaligus menyesuaikannya dengan keinginan pelanggan. Anda pun bisa mendapatkan referensi terbaik untuk pembuatan kitchen set.

7. Cari Referensi
Pembuatan kitchen set melibatkan banyak keahlian, mulai dari perajin kayu, bangunan hingga teknisi listrik. Jadi, jasa kitchen set biasanya terdiri dari tim besar yang bekerja sesuai keahliannya masing-masing mulai dari membobok dinding dapur hingga memasang finishing. Jika Anda belum terlalu paham soal perkiraan biaya, pemilihan bahan dan teknik pembuatan, sebaiknya minta referensi dari teman atau kerabat dan pastikan pengerjaan kitchen set dilakukan oleh orang yang Anda percaya.

courtesy : us . wolipop . detik . com

5 Kesalahan Mendekorasi Rumah

Mendekorasi rumah sendiri tidak hanya akan menghemat biaya tapi juga menambah sentuhan pribadi Anda ke dalam rumah. Namun mendekorasi rumah bukanlah pekerjaan yang mudah, karena jika salah penempatan dan tata letak justru akan membuat tempat tinggal berkurang keindahannya.

Ada beberapa tindakan dalam mendekorasi rumah sendiri yang sebaiknya jangan Anda lakukan, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Menempatkan Semua Furnitur ke Dekat Dinding
Banyak orang mengira ruangan akan terkesan lebih luas jika semua furnitur ditempatkan menempel pada dinding; mulai dari sofa, kursi dan meja. Tapi yang terlihat justru sebaliknya, ruangan terlihat tidak rapi dan terkoordinasi dengan baik. Furnitur akan tampak lebih bagus dan ruangan terkesan lebih 'mengundang' jika ditempatkan di angle yang dikelilingi ruang kosong. Tempatkan set furnitur di tengah-tengah ruangan. Furnitur sebaiknya tidak diletakkan terlalu berjauhan agar orang bisa berkomunikasi lebih mudah ketika mengadakan diskusi kecil di ruang tamu.

2. Asal Menempatkan Hiasan Dinding
Memajang hiasan seperti foto atau artwork di dinding merupakan cara mendekor rumah yang simpel namun efeknya cukup besar dalam tampilan keseluruhan ruangan. Namun Anda tidak bisa asal menempatkan hiasan di dinding. Banyak orang yang tidak mengetahui aturan memajang hiasan dinding. Umumnya, hiasan digantung terlalu tinggi sehingga membuatnya sulit dinikmati tamu. Atau hiasan terlalu kecil sementara ruangan atau space dinding terlalu besar hingga ruangan terkesan kosong. Cara tepat untuk menggantung hiasan dinding adalah menempatkannya di tengah-tengah dan lebih rendah yang bisa dijangkau mata.

3. Pencahayaan Terlalu Gelap atau Terang
Pencahayaan yang kurang tepat tidak hanya membuat ruangan terlihat kurang bagus, tapi juga mengganggu kenyamanan orang yang berada di dalam rumah. Para ahli tata ruang menyarankan, lampu sebaiknya diletakkan di bawah atau sejajar dengan pandangan mata. Jika Anda memasang lampu di langit-langit, gunakan lampu yang lebih redup sehingga cahaya dari atas tak terlalu terang. Pilih lampu yang bisa dipasang di meja atau lantai jika memungkinkan, dan pastikan dikoordinasikan dengan elemen dekorasi lainnya.







img

4. Terlalu Banyak Aksesori
Memakai aksesori seperti guci, bingkai foto atau pajangan lainnya bisa jadi cara untuk menghias ruangan. Tapi jika Anda mengeluarkan semua pajangan yang Anda punya sekaligus akan membuat ruangan terlihat sempit dan berantakan. Cukup pilih beberapa item untuk satu ruangan dan perhatikan model serta ukurannya. Pajangan berukuran besar sebaiknya diletakkan tak lebih dari dua item di satu ruangan. Sementara pajangan yang berukuran kecil, bisa diletakkan di ruang tengah atau kamar. Memajang sedikit aksesori di ruangan akan membuat tamu lebih fokus memerhatikan keindahannya, dibandingkan ruangan dengan banyak barang.

5. Menggabungkan Warna Terang Sekaligus
Pemilihan warna tertentu bisa mengubah suasana ruangan Anda secara total dengan instan. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam pemilihan warna khususnya untuk ruang tamu. Menggabungkan warna-warna terang dengan motif terlalu ramai akan membuat 'sakit mata'. Jika berencana memakai warna terang, sebaiknya tidak mengecatnya ke seluruh ruangan. Kombinasikan dengan warna-warna lembut atau netral. Jika tetap ingin menggunakan warna terang sebagai cat utama, lembutkan dengan karpet atau sofa warna muda atau dusty.

Courtesy : us.wolipop.detik.com

Tuesday, March 13, 2012

Membangun Rumah Kayu Ideal


Tips Cara Membangun Rumah Kayu Yang Ideal
Kayu sudah menjadi pilihan utama sebagai bahan untuk membuat rumah di Indonesia , selain karena rumah kayu nyaman dan hangat untuk di huni, hal itu juga disebabkan Indonesia merupakan Negara beriklim tropis yang ditumbuhi dengan banyak pepohonan sehingga kayu mudah didapat.

Setidaknya ada dua pilihan rumah kayu yang biasa anda bangun, yaitu rumah kayu tradisional dan modern wooden house. Rumah kayu tradisional dibuat langsung di lokasi, sedangkan untuk modern wooden house adalah rumah yang dirancang dengan system bongkar pasang.


Kadang orang malas memilih rumah kayu, karena seperti yang kita ketahui sifat dasar dari kayu yang bisa lapuk dimakan usia atau rayap, tidak sekuat bahan dari beton yang bisa tahan lebih lama.


Namun jika anda ingin membangun dan memiliki rumah kayu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk merawat rumah kayu, diantaranya :


∙ Memilih material yang baik pada awal pembuatan, sehingga ketahanan rumah kayu bisa lebih lama.

∙ Pemilihan cat melamin yang baik, agar warna dan serat alami kayu tetap terlihat baik.
∙ Memulai dengan gambar awal konsep desain, agar rumah sesuai dengan gaya arsitektur yang diinginkan, termasuk fungsi dan nilai estetikanya,

Untuk membangun sebuah rumah kayu yang kuat dan cantik, tentu saja tidak bisa menggunakan sembarang kayu, bahan utama harus dipilih dari kayu keras yang berkualitas tinggi. Beberapa kayu yang biasa digunakan yaitu jati, kayu besi dan bangkirai, kayu-kayu tersebut memang berkualitas bagus namun harganya tergolong mahal. Ada alternative lain sebagai pilihan, yaitu kayu mahoni dan kamper, jenis kayu ini lebih murah, hanya saja tidak tahan dengan rayap meski sudah diberi anti rayap.


Rumah kayu
sangat cocok dibangun di daerah bersuhu dingin, karena akan terasa lebih hangat. Namun jika anda ingin membangun rumah kayu di perkotaan dan menampilkan kesan unik, sepertinya anda harus memasang air conditioner untuk mengimbangi suhu di perkotaan yang cenderung lebih panas.

Buatlah area terbuka untuk ruang keluarga, ruang makan dan dapur, yang di batasi oleh furniture. Sesuaikan juga bahan dan warna dengan interiornya.


Kebanyakan rumah kayu dibuat dengan system rumah panggung, dengan ketinggian sekitar 50 cm di atas permukaan tanah, hal ini dikarenakan jika kayu terkena langsung dengan tanah, dikhawatirkan rumah akan lembab sehingga mudah diserang rayap.


Namun jika anda menginginkannya terlihat seperti rumah panggung, anda bisa menutup bagian bawah rumah anda dengan batu alam atau batu bata, tambahkan juga taman tropis, gazebo atau kolam sebagai hiasan eksterior rumah.


Setiap satu tahun sekali anda harus melakukan finishing, karena melamik yang melekat di kayu perlahan akan memudar seiring perubahan cuaca.


Courtesy : www.imagebali.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...